Feeling can't be compared

Baru-baru ini, saya menonton anime "The Angel Next Door Spoils Me Rotten". Anime ini menceritakan seorang remaja bernama Amane yang tinggal terpisah dari orang tuanya di sebuah apartemen. Amane bertemu dan dekat dengan Mahiru, siswi populer di sekolahnya. Ketika mereka membahas alasan Mahiru memilih tinggal jauh dari orang tuanya, Mahiru menjelaskan bahwa perasaan tidak bisa dibandingkan dan meminta Amane untuk tidak membandingkan perasaannya dengan orang lain.

Perasaan adalah hal yang sangat pribadi dan subjektif, dipengaruhi oleh pengalaman dan kemampuan masing-masing individu. Misalnya, jika kamu mengalami kesedihan yang mendalam, mungkin kamu merasa ingin membandingkan kesedihanmu dengan orang lain yang juga sedang berduka. Namun, penting untuk diingat bahwa sakit adalah sakit, dan pedih adalah pedih, apapun bentuknya. Membandingkan perasaanmu dengan perasaan orang lain hanya akan memenuhi keinginanmu untuk merasa lebih baik atau bahkan lebih buruk, tanpa benar-benar memahami atau mengatasi perasaanmu sendiri.

Membandingkan perasaan dapat semakin mempersulit keadaan. Kamu mungkin merasa bersalah atau tidak seharusnya merasa kecewa karena berpikir orang lain lebih menderita daripada kamu. Ini adalah pengalaman umum bagi banyak orang, termasuk karakter-karakter di "Naruto" dan cerita-cerita lainnya.

Lalu, bagaimana dengan perasaan orang lain yang kamu bandingkan? Setiap orang memiliki suka dan dukanya masing-masing yang tidak akan mengurangi atau menutupi perasaanmu. Perasaanmu tetap valid dan penting, sebagaimana perasaan orang lain.

Jadi, jangan bandingkan perasaanmu dengan perasaan orang lain. Perasaanmu adalah milikmu sendiri, dan begitu juga dengan perasaan orang lain.

Share this post on :