Suatu ketika, seorang rekan bertanya : “kamu kok bisa sih kepikiran buat gitu?”

Singkat, gw jawab “karna itu dibutuhkan”.

Jadi, ceritanya di kerjaan gw tuh ada sebuah masalah “sepele” yg kalau dibiarkan bisa saja akibatnya fatal karena akan mempengaruhi data akhir dari pekerjaan seseorang, yg tentunya bakalan mengubah penghasilan orang lain juga. Ya, rezeki dia kalau datanya bertambah dari yang seharusnya. Kalau berkurang? Wah. Protes. Haha

Dari masalah tersebut, gw kepikiran untuk mengubah sedikit sistem pendataan yang selama ini kita terapin di lingkup kerja. Benar, hanya sedikit. Cuma mengimbuhkan sedikit formula di sheet yang kita gunakan selama ini. Cuma menambahkan fungsi get data dari source/sheet kerja masing-masing kelompok. Sederhana, bukan? bukan. Eh, iya.

Nggak asing lagi, dalam pekerjaan atau pun kehidupan sehari-hari, pasti ada aja masalah yg ditemui, kan. Bedanya, di antara kita ada yg sibuk mencari solusi, ada yg sibuk meratapi nasib, pun, ada juga yg sibuk menyalahkan pihak lain. Welp, thats kinda sh*t tho but its real. lol.

Sekarang balik lagi, kok bisa kepikiran?

Tentu saja, untuk mempertahankan eksistensi. Gw nyari solusi yg mana menurut gw penting untuk mempertahankan eksistensi gw sebagai seonggok makhluk hidup di dunia yg katanya adil ini.

Gini, sederhana saja. Kalau lapar? Ya, makan. Tujuannya? Kenyang! Nggak salah. Kenapa harus makan? Karena dibutuhkan. Untuk? Ya, bertahan. Eksistensi.

Problem Solving

Apa itu problem solving? Pemecahan masalah. Yeh, itu mah cek kamus aja gw ngerti. Ya, emang gitu.

Cuma bentuk kata lain dari “menemukan solusi yang tepat dari sebuah masalah”. Poin singkatnya :

  • Definisikan masalah
  • Pencarian beberapa solusi (brainstorming)
  • Evaluasi solusi
  • Pilih solusi (yang paling tepat)
  • Implementasi solusi
  • Amati perkembangan (penyesuaian)

Udah, gitu doang.

Oh, ya. Menurut KBBI, solusi artinya penyelesaian, pemecahan (masalah), jalan keluar. Jadi, kita kita kapan jalan keluar?

Thanks for reading~

Share this post on :