Apa yang kamu pikirkan saat ini?
“Nggak ada.” ← jawaban

Apakah pikiranmu sedang kalut?
“Nggak tahu.” ← jawaban

Kalimat negatif atau bahkan ketidakresponan adalah bentuk jawaban. Kadang, kita merasa kosong atau bingung tanpa menyadari bahwa ini adalah kesempatan untuk menggali lebih dalam dengan pertanyaan yang berbeda.

Apa yang kamu pikirkan saat ini?
“Nggak ada.”
Apa yang membuatmu kepikiran akhir-akhir ini?
“Nggak tahu.”
Lantas, apa yang akan kau lakukan setelah hari ini?
“Masih berusaha untuk memikirkannya.”

Jawaban ini menunjukkan bahwa pikiran kita mungkin sedang mencari solusi atau rencana, bukan benar-benar kosong. Ini adalah hal yang sering terjadi dan bisa membuat kita merasa tidak produktif.

Ajaran stoikisme mengajarkan kita untuk menghadapi situasi dengan ketenangan dan menerima hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Dalam konteks perasaan bingung atau tidak tahu, stoikisme menyarankan kita untuk fokus pada tindakan yang bisa kita kendalikan, alih-alih terjebak dalam ketidakpastian.

Misalnya, ketika menghadapi masalah atau kebingungan, alih-alih hanya bertanya kenapa masalah tersebut muncul, kita bisa lebih produktif dengan bertanya apa masalahnya dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan cara ini, kita tidak hanya membiarkan pikiran kita terjebak dalam kebingungan, tetapi juga aktif mencari solusi dan tindakan yang konkret.

Penerapan Stoikisme:

  • Kontrol Diri: Fokus pada aspek yang bisa kamu kendalikan. Misalnya, saat merasa bingung, alih-alih berlarut-larut dalam kebingungan, identifikasi langkah-langkah praktis yang bisa diambil.
  • Penerimaan: Terima bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan. Cobalah untuk melepaskan kekhawatiran tentang hal-hal yang berada di luar kendali dan arahkan energi pada hal-hal yang bisa diperbaiki.

Inti Pesan: Semua ada jawabannya. Jika kamu tidak menemukan jawaban, coba ubah pertanyaanmu. Fokuslah pada hal yang bisa kamu kendalikan dan terimalah apa yang tidak bisa diubah, sebagaimana ajaran stoikisme mengajarkan kita.

Share this post on :